JAKARTA, Probusmedia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki penguatan kerja sama kebudayaan dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo, Jepang.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dengan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato. Pertemuan itu merupakan upaya memperkuat kemitraan Jakarta dan Tokyo yang telah terjalin sejak 23 Oktober 1989.
Dalam pertemuan tersebut, Rano menyampaikan keinginan Jakarta untuk bertukar pengalaman dengan Tokyo dalam mengelola kawasan bersejarah, termasuk Asakusa dan Kagurazaka.
Rano berharap pengalaman tersebut bisa menjadi referensi dalam merevitalisasi Kota Tua dengan tetap menjaga nilai sejarah dan budaya serta melibatkan masyarakat hingga pelaku usaha.
“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,”
kata Rano dikutip di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Selain penataan kawasan bersejarah, Rano juga ingin mempermudah akses masyarakat dengan memperkuat fungsi museum sebagai tempat edukasi.
Kerja sama dengan Tokyo diharapkan menciptakan pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan koleksi, pengembangan pameran, pemanfaatan teknologi digital, serta penyelenggaraan program yang dapat menarik minat anak-anak dan generasi muda.
Dalam kesempatannya, DKI 2 itu juga mengusulkan pertukaran pengetahuan antarpengelola museum dari kedua kota.
Di bidang industri kreatif, Jakarta menjadikan pengalaman Tokyo melalui Arts Council Tokyo sebagai acuan dalam memperkuat dukungan bagi komunitas kreatif. Aspek tersebut meliputi pendanaan, penyediaan ruang kreatif, dan pengembangan program yang dekat dengan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan ambisi mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema. Pengembangan yang didorong mencakup industri dan fasilitas perfilman, dukungan bagi sineas, serta pemanfaatan film untuk mempromosikan pariwisata dan memperkuat identitas kota.
“Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda,” tegasnya.
Dalam kesempatannya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan pertemuan tersebut menegaskan komitmen Jakarta untuk terus belajar dan memperkuat kemitraan dengan Tokyo yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
“Dari pelestarian Kota Tua hingga transportasi ke Kepulauan Seribu, kami ingin warga Jakarta merasakan langsung manfaat dari kemitraan yang sudah terjalin lama ini. Tujuannya sederhana: kota yang semakin nyaman, berbudaya, dan berkelanjutan,” ujar Chico.
Melalui penguatan kedua negara tersebut, Rano berharap dapat mendukung pengembangan kebudayaan, penguatan komunitas kreatif, dan peningkatan kualitas pengelolaan museum hingga industri perfilman bagi Ibu Kota.









