JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pembiayaan armada listrik Transjakarta mencapai Rp5,07 triliun. Pembiayaan tersebut terkait rencana peralihan teknologi menuju ramah lingkungan.
Pramono menyebut jumlah bus yang tercatat dalam perencanaan tersebut mencapai 3.782 unit. Sementara itu Transjakarta saat ini memiliki sekitar 500 bus listrik.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan kata sambutan pada acara penandatanganan kerja sama antara BUMD, BUMN, dan sejumlah perangkat daerah di Jakarta, Senin (12/10/2026).
“Dari tadi yang ditandatangani, menurut saya yang paling berat untuk diwujudkan yaitu pembiayaan untuk elektrifikasi armada Transjakarta Rp5,67 triliun,” kata Pramono.
Pramono berharap konsep tersebut dapat terealisasi. Dengan begitu, seluruh teknologi armada Transjakarta akan menggunakan elektrik, hybrid, serta hidrogen.
Ia menyoroti realisasi program tersebut tidak cukup sekadar penandatangan kerja sama, tetapi wujud implementasinya.
“Dan kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100 persen bus kita itu bus elektrik, hybrid, dan hidrogen. Karena sebentar lagi akan ada bus hidrogen dan juga hybrid,” tegasnya.
“Bagi saya yang paling penting sebenarnya bukan tanda tangannya, bukan kerja samanya. Tetapi realisasinya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bantar Gebang dan Sunter.
Ia menargetkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) rampung pada 2029 mendatang.
“Kalau pada tahun 2029 pembangkit listrik tenaga sampah Jakarta, baik itu yang di Bantar Gebang maupun di Sunter, planning-nya, rencananya juga sudah selesai,” ujarnya.





