JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan belum berniat mencabut kebijakan ganjil genap sebelum pembangunan MRT Jakarta hingga Kota Tua rampung.
Dia menilai pencabutan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan transportasi di ibu kota.
“Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu,” kata Pramono dalam sambutannya pada acara penandatanganan kerja sama BUMD dengan BUMN dan perangkat daerah di Balairung, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Pramono menilai penerapan kebijakan ganjil genap perlu mempertimbangkan kesiapan transportasi publik. Karena itu, dia belum dapat memastikan pencabutan kebijakan tersebut dalam waktu dekat.
“Maka setiap waktu pertanyaannya adalah apakah kebijakan ganjil genap masih dipertahankan atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan sekretaris kabinet itu menyampaikan bahwa Pemprov DKI saat ini tengah membangun kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Salah satu pengembangan kawasan tersebut melalui transit-oriented development (TOD) di Blok M, termasuk pembangunan terminal baru.
“Kemarin kami sudah menandatangani TOD dengan developer yang cukup kredibel untuk mengembangkan Transit Oriented Development Blok M dan sekaligus membangun terminal Blok M yang baru,” tuturnya.
Pramono menargetkan proses pengembangan kawasan Blok M rampung pada 2027. Target tersebut diharapkan langsung menghubungkan Pondok Labu hingga Kota Tua.
“Mudah-mudahan tahun depan ini akan selesai sampai dengan Harmoni, Monas di tahun 2027 ini,” pungkasnya.





