JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, Bekasi, segera dilanjutkan dan ditargetkan masuk batch 3 sebelum akhir 2026.
“Segera akan diselesaikan dan mudah-mudahan termasuk dalam batch 3 yang dalam waktu sebelum akhir tahun ini untuk bisa dibangun,”
kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sempat mengalami kendala terkait penyediaan tanah imbah regulasi baru. Namun, ia menyampaikan persoalan tersebut kini telah terkendali.
“Karena peraturan yang baru dan di Jakarta ini kan penyediaan tanah relatif menjadi problem. Tapi akhirnya kemarin sudah ada jalan keluar, termasuk yang di Bantar Gebang,” kata Pram, sapaan Pramono Anung.
Pramono menyampaikan pengembangan PLTS merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam membenahi ekosistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Pemprov DKI, kata dia, mendorong pengolahan sampah melalui refuse derived fuel (RDF) di Rorotan dan Bantar Gebang serta memperluas pengembangan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).
“Ini akan membuat iklim ekosistem sampah setelah Pergub Nomor 5 Tahun 2026 kita keluarkan, mudah-mudahan pengaturan sampah di Jakarta semakin baik,” tutur Pramono.








