JAKARTA, Probusmedia — Tim gabungan kembali bergerak mencari tujuh orang termasuk lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal Basarnas KN Tetuka bertolak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita, Anyer, untuk mendukung operasi pencarian pada Selasa (8/9/2026) sore.
Direktur Polairud Polda Banten Kombes Eko Hartanto mengatakan kapal tersebut dikerahkan untuk memperluas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dalam laporan kepada Kapolda Banten, Eko menyebut KN Tetuka bertolak sekitar pukul 17.27 WIB.
Saat kapal bergerak menuju lokasi, kondisi langit dipenuhi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jarak pandang di perairan dilaporkan hanya sekitar satu mil.
Eko mengatakan kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter dinilai lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.
Menurut Eko, tim sebelumnya telah melakukan pencarian di sekitar delapan mil dari Pantai Carita.
Namun, operasi menghadapi sejumlah kendala, mulai dari jarak pandang yang terbatas hingga gelombang tinggi dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Lokasi terakhir yang diduga menjadi titik hilangnya kontak berada di koordinat 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T.
Jarak lokasi tersebut dari Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten sekitar 9,98 nautical mile (NM), dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 40 menit.
Informasi mengenai hilangnya rombongan jurnalis pertama kali diterima tim pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu, jurnalis Antara Banten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis sempat membagikan lokasi terkini kepada rekannya di Lampung.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus.Tim Rescue USS Pandeglang kemudian mendatangi Dermaga Pagedongan untuk mencari informasi mengenai keberadaan kapal.
Dari keterangan yang diperoleh, speedboat milik Lurah Carita diketahui berangkat dari dermaga pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB dan hingga laporan dibuat belum kembali.
Pemilik kapal juga belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan awak kapal. Hingga kini, tujuh orang yang berada dalam rombongan tersebut masih dalam pencarian.
Data sementara mencatat lima jurnalis yang berada dalam kapal tersebut telah teridentifikasi, M. Bagus Khoirunnas, jurnalis LKBN Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; Donal, jurnalis freelance.Sementara itu, identitas dua orang lainnya masih dalam proses pendataan.
Belum ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun korban yang berhasil ditemukan. Seluruh tujuh orang masih berstatus dalam pencarian.
23 Personel Dikerahkan
Operasi pencarian melibatkan 23 personel yang terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten.
Dalam pencarian tersebut, tim mengerahkan kapal Basarnas KN Tetuka.
Adapun kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot.
Ketinggian gelombang berada di kisaran 0,4 hingga 1 meter.
Tim gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
Eko mengatakan seluruh unsur terkait akan terus berkoordinasi dalam upaya menemukan keberadaan para jurnalis tersebut.
Pencarian akan dilakukan dengan memperluas area berdasarkan hasil evaluasi kondisi perairan dan rute yang telah dilalui kapal sebelum hilang kontak.