JAKARTA, Probusmedia — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin anak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep hanya meraih elektabilitas 2,3 persen dalam survei Poltracking Indonesia terbaru pada pada 14-20 Agustus 2026.
Selain PSI, ada 12 partai politik yang meraih elektabilitas di bawah 5 persen. Dengan demikian partai-partai ini terancam tak lolos ke DPR jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan dari 4 persen menjadi 5 persen dalam RUU Pemilu.
NasDem menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di kelompok ini dengan 4,4 persen, disusul PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.
Lima partai lainnya berada di bawah 1 persen, yakni Perindo 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, Hanura 0,3 persen, Ummat 0,1 persen, dan PBB 0,1 persen.
Partai Garuda, PKN, dan Gelora masing-masing memperoleh elektabilitas 0,1 persen. Angka tersebut menempatkan ketiga partai itu bersama Ummat dan PBB sebagai kelompok dengan elektabilitas terendah dalam simulasi Poltracking.
Survei melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro menyebut hasil tersebut merupakan gambaran terbaru berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026.
“Temuan dan analisa ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026,” kata Yoki dalam rilis survei, Rabu (23/9/2026).
Yoki mengatakan persepsi publik terhadap partai politik masih dapat berubah seiring perkembangan isu dan strategi yang dijalankan masing-masing partai.
“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik,” ujarnya.
Berikut daftar 13 partai dengan elektabilitas di bawah 5 persen versi Poltracking:
- Nasdem: 4,4 persen
- PAN: 3,4 persen
- PKS: 3,3 persen
- PSI: 2,3 persen
- PPP: 1,9 persen
- Perindo: 0,6 persen
- Partai Buruh: 0,5 persen
- Hanura: 0,3 persen
- Ummat: 0,1 persen
- PBB: 0,1 persen
- Garuda: 0,1 persen
- PKN: 0,1 persen
- Gelora: 0,1 persen




