JAKARTA, Probusmedia – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi potongan video Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi yang menyebut adanya kemungkinan percepatan pemilu. Video tersebut viral di media sosial.





Penulis
Alfredo Sitompul
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi potongan video Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi yang menyebut adanya kemungkinan percepatan pemilu. Video tersebut viral di media sosial.
Dalam unggahannya melalui platform X, Pigai mengingatkan Budi Arie untuk tidak mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Tetapi kami adalah pejuang demokrasi dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029. Biar kita sama2 memikirkan bangun rakyat indonesia secara totalitas demi merah putih,”
tulis Pigai melalui akun X @NataliusPigai2, Selasa (25/8/2026).
Pigai juga mengajak Budi Arie bertarung politik secara adil. Salah satunya melalui Pemilu 2029 tanpa menciptakan konflik.
“Kalau mau bertarung nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah,” tulis Pigai.
Di sisi lain, Pigai menyinggung hubungannya dengan Budi Arie saat menjabat sebagai menteri.
Dituturkan, tidak ada satu pun menteri saat itu yang mendekati Budi Arie ketika menghadiri sebuah pesta perkawanin anak seorang menteri.
Melihat hal tersebut, Pigai langsung mendekati Budi kemudian langsung duduk menemaninya.
Namun, dalam cuitan tersebut Pigai tidak menjelaskan secara detail kapan peristiwa itu terjadi.
“Saya rasakan perasaanmu nelangsa. Saya pembela kemanusiaan. Berani duduk di sampingmu. Kami juga petarung,” kata Pigai.
Sebelumnya, beredar potongan video Budi Arie berspekulasi mengenai perubahan politik yang bisa lebih cepat dari agenda Pemilu 2029.
Dia bahkan sempat berkata ke Jokowi tahun politik tidak akan sampai 2029.
“Tadi saya sudah bisikkan ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau,” kata Budi Arie.
“Kita masih ngomong, ‘Oh ini Pemilu 2029, Pemilu 2029’. Kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap enggak?” imbuh dia.
Di forum itu, Budi mengatakan masyarakat perlu mengantisipasi dengan persiapan alternatif jika ada situasi yang tak terbayang sebelum pemilu 2029.
Budi juga membandingkan situasi saat ini dengan gerakan Reformasi 1997-1998 yang dilandasi karena keresahan masyarakat soal ekonomi dan menyinggung demonstrasi yang terjadi belakangan ini.