JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda bersama Sekjen PDIP Hastyo Kristiyanto di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Merah Muda Fest 2026 itu dimulai dari Museum Sumpah Pemuda dan berakhir di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Sebelum berjalan kaki, para peserta mengunjungi Museum Sumpah Pemuda untuk mempelajari sejarah ikrar pemuda pada 1928.
Mereka kemudian menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer melalui Jalan Kramat Raya hingga Lapangan Banteng.
Ketua DPP PDIP Charles Honoris mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membuat generasi muda memahami persatuan Indonesia lahir dari perjuangan panjang para pemuda dengan latar belakang berbeda.
“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengenalkan sekaligus mengingatkan generasi muda tentang keberanian para pemuda pada tahun 1928, dan semangat persatuan yang menjadi fondasi berdirinya bangsa,” kata Charles.
Dia mengingatkan para pemuda yang terlibat dalam pergerakan nasional dahulu berasal dari berbagai organisasi kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Celebes, dan Jong Ambon.
Meski membawa identitas daerah masing-masing, mereka memiliki cita-cita yang sama untuk membangun bangsa Indonesia.
Menurut Charles, semangat tersebut masih relevan di tengah keberagaman generasi muda saat ini.
Menelusuri Jejak Kongres Pemuda II
Rute napak tilas juga dipilih untuk mengingatkan peserta pada sejumlah lokasi yang berkaitan dengan sejarah pergerakan pemuda.
Dari Museum Sumpah Pemuda, peserta melintasi kawasan Gereja Katedral Jakarta sebelum mencapai Taman Lapangan Banteng.Charles menjelaskan, kawasan Gereja Katedral berkaitan dengan Gedung Katholieke Jongelingen Bond, tempat berlangsungnya rapat pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Kongres tersebut menjadi salah satu rangkaian penting yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Charles juga menyebut sejumlah tokoh yang berperan dalam sejarah tersebut, antara lain Mohammad Yamin, Sugondo Djojopuspito, dan Tabrani.
“Mereka menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian menyampaikan gagasan, membangun persatuan, dan memperjuangkan cita-cita bersama,” ujarnya.
Sambut Satu Abad Sumpah Pemuda
Indonesia bakal memperingati satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.
Charles berharap, momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga mendorong anak muda mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
“Kita ingin sejarah menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan anak muda untuk berbuat sesuatu bagi Indonesia,” kata dia.
Sejumlah tokoh PDIP turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bendahara Umum DPP PDIP Yuke Yurike, Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayati, Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest Denny Cagur, dan kader muda PDIP Syaiful Mujab.







