




Penulis
Fadel Prayoga
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), berdampak pada sekitar 400 sekolah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah segera memetakan tingkat kerusakan setiap sekolah agar proses penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentunya serta dari Pemerintah Daerah kurang lebih sekolah yang terdampak itu 400 sekolah kurang lebih per hari ini,”
kata Lalu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Politikus PKB itu mengatakan pendataan belum final karena dampak gempa tidak hanya dirasakan di wilayah NTT.
Sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Kabupaten Bima dan Kota Bima, juga dilaporkan mengalami dampak akibat gempa tersebut.
“Ada sebagian Nusa Tenggara Barat terutama di Kabupaten Bima, kemudian Kota Bima yang mengalami dampak dari terjadinya gempa NTT beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah perlu segera menyiapkan skema agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski sejumlah sekolah mengalami kerusakan.
Salah satu opsi yang didorong ialah penggunaan sekolah darurat dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah.
Selain sekolah darurat, pembelajaran sementara juga dapat dipusatkan di sekolah yang tidak mengalami kerusakan.
Namun, ia menilai penggunaan sekolah darurat menjadi pilihan yang perlu diprioritaskan demi memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung dengan aman.
“Apakah nanti disiapkan berupa tenda atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa tersebut,” ujarnya.