JAKARTA, Probusmedia — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keterlibatan TNI dalam pengamanan demonstrasi merupakan hal yang wajar selama dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Dave mengatakan TNI bersama Polri dan aparat penegak hukum lainnya memiliki tanggung jawab menjaga keamanan serta ketertiban selama aksi berlangsung.
Menurut dia, pengamanan tersebut juga harus tetap menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di ruang demokrasi.
“Terkait kehadiran Marinir, secara khusus ataupun juga TNI secara umum dalam pengamanan demonstrasi kemarin, itu adalah hal yang lumrah dan sesuai dengan Undang-Undang TNI,” kata Dave saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).
Ia menyebut, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat dalam sistem demokrasi yang terbuka.
Namun, pemerintah juga berkewajiban memastikan demonstrasi berlangsung aman dan tertib tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat.
“TNI beserta Polri dan juga seluruh jajaran hukum memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan mengawal kebebasan demokrasi masyarakat sesuai dengan undang-undang,” ujarnya.
Selain itu, aparat pemerintah juga harus memastikan seluruh rangkaian demonstrasi berjalan dengan aman serta melindungi masyarakat.
Dengan demikian, hak dan kewajiban setiap pihak tetap terjaga selama penyampaian aspirasi berlangsung.
“Akan tetapi, aparat pemerintah juga memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kegiatan itu berlangsung dengan aman, tertib, dan semua masyarakat terlindungi,” ujarnya.
Sebanyak 14.324 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi di sejumlah kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026).
Bundaran HI menjadi salah satu titik yang masuk dalam pengamanan aparat bersama Gedung DPR/MPR RI, Monas, dan kawasan Tugu Tani.
Pengerahan ribuan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan tertib.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, menyampaikan jumlah personel gabungan yang disiapkan mencapai 14.324 orang.
Aksi unjuk rasa pada hari tersebut melibatkan massa mahasiswa yang berencana menggelar demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta Pusat.







