JAKARTA, Probusmedia — Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) malam. Doa bersama ditujukan untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda.
Doa bersama turut diikuti oleh ratusan jurnalis di Jakarta dan sekitarnya.
Ketua PFI, Dwi Pambudo berharap para jurnalis yang masih hilang kontak bisa segera ditemukan.
“Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik,”
ujar Dwi Pambudo di Balai Pewarta Foto.
Sekjen PFI Jakarta, Eusebio Chrysnamurti menjelaskan kegiatan doa bersama ini untuk mengajak jurnalis dan seluruh masyarakat sebagai bentuk solidaritas. Doa bersama ini juga sebagai bentuk dukungan untuk hasil terbaik dalam proses pencarian para kedelapan orang hilang tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah hadir dan memberikan doa. Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan lima rekan kami beserta tiga awak kapal yang menyertai,” kata Eusebio.
Diketahui, berdasarkan laporan kronologi resmi dari Basarnas, rombongan yang terdiri dari lima jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB saat salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir (share location) kepada rekan anggota PFI yaitu Putra M. Akbar di Lampung dengan Lokasi di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau, sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Identitas kelima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah:
• M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara)
• Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com)
• Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id)
• Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)
• Donal (Freelance)








