JAKARTA, Probusmedia — meminta kembali melakukan pencarian kembali terhadap lima jurnalis dan dua awak kapal yang masih hilang di perairan Selat Sunda.
Penulis
Fadel Prayoga
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — meminta kembali melakukan pencarian kembali terhadap lima jurnalis dan dua awak kapal yang masih hilang di perairan Selat Sunda.
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pencarian perlu dipertimbangkan kembali karena menyangkut harapan keluarga yang masih menunggu kepastian.
Cucun menilai persoalan tersebut bukan semata soal prosedur operasional (SOP) pencarian, tetapi juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan.
Cucun meminta Basarnas tidak hanya kembali mencari lima jurnalis yang masih hilang, tetapi juga memastikan keberadaan dua kru kapal dalam musibah tersebut.
“Kita minta Basarnas untuk melakukan pencarian kembali sampai bukan hanya yang pewarta, termasuk juga yang kru,”
kata Cucun di gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Politikus PKB itu menyebut DPR juga akan berkoordinasi langsung dengan Basarnas untuk membahas kemungkinan langkah tersebut.
“Tapi imbauan dan harapan kami dari DPR, Basarnas termasuk kita mau koordinasi juga, walaupun SOP-nya kan sudah berakhir, kita minta juga harapan sama dari DPR untuk melakukan pencarian kembali,” ujarnya.
Cucun memastikan DPR akan berkomunikasi dengan Basarnas terkait permintaan pencarian kembali para korban.
“Ya, kita mau koordinasi dengan Basarnas,” katanya.
Dia berharap seluruh korban dapat ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai nasib anggota keluarganya.
Namun, dia juga meminta keluarga korban diberi kekuatan apabila nantinya terdapat kepastian bahwa para korban telah meninggal dunia.
“Dan kalaupun sampai akhir keputusan Yang Maha Kuasa mereka itu sampai wafat atau meninggal, semoga keluarga diberikan kekuatan,” kata Cucun.
Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Hengki mengungkap perkembangan terbaru pencarian kapal rombongan jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026.
Salah satu korban kapal hilang tersebut berhasil diidentifikasi setelah jenazah tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu pada 12 September.
Hengki mengatakan jenazah laki-laki tanpa identitas itu ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano.