JAKARTA, Probusmedia — Kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga kru masih belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Penulis
Langgeng Puji
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga kru masih belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hingga Rabu (23/9/2026), keberadaan kapal tersebut masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
“Yang pasti sampai dengan sekarang Arupadatu I tidak ada yang ditemukan. Ya kita samakan sekarang masih hilang,”
kata Hengki dalam konferensi pers yang diikuti secara daring.
Hengki menegaskan, kepolisian belum dapat memastikan kondisi maupun keberadaan kapal tersebut.
“Belum ada kejelasan kapal itu ke mana,” ujarnya.
Meski kapal belum ditemukan, satu korban telah berhasil diidentifikasi. Korban tersebut adalah Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru KM Arupadatu I.
Identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA sampel antemortem dengan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Selain Surakman, tujuh orang lainnya yang berada di KM Arupadatu I masih belum diketahui keberadaannya.
Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Dua orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Hengki mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kondisi ketujuh orang tersebut.
“Kalau korban-korban yang lain atau yang belum ditemukan, bisa saja ternyata mereka mungkin selamat, mungkin terbawa ke luar negeri. Itu saya tidak tahu dan belum bisa saya jawab,” katanya.
Menurut Hengki, kepolisian bersama Basarnas dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian berdasarkan informasi dan temuan yang diperoleh di lapangan.
Dia menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi kapal maupun para korban sebelum ada fakta yang dapat memastikan keberadaan mereka.
Polda Banten juga mengapresiasi bantuan masyarakat dan nelayan yang memberikan informasi terkait temuan jenazah selama proses pencarian.
“Polda Banten menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para nelayan yang telah membantu memberikan informasi terkait penemuan jenazah,” ujar Hengki.