Penulis
Alfredo Sitompul
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad angkat bicara setelah ditemukannya salah satu jasad awak kapal yang membawa lima jurnalis di Selat Sunda.
Ia memastikan Basarnas tidak akan melanjutkan operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak 7 September 2026.
“Masalah pencarian ulang kami tidak akan lakukan,”
kata Al Amrad dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
Hal tersebut karena operasi sebelumnya telah berlangsung selama 10 hari dan tim SAR tidak menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
“Secara aturan pencarian kami terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari kita sudah perpanjang tiga hari. Setelah tiga hari itu tidak ada tanda-tanda korban,” kata Al Amrad.
Setelah masa operasi berakhir, Amrad menyebut upaya lanjutan dilakukan dengan menyebarkan informasi melalui e-broadcast dan pemapelan kepada berbagai pihak.
Penyebaran informasi tersebut melalui vessel traffic service (VTS) termasuk stasiun radio pantai, nelayan, masyarakat pesisir, hingga kapal dan transportasi laut yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Basarnas juga berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Bengkulu dan Lampung. Pemantauan turut diarahkan ke wilayah pesisir Bengkulu hingga Pulau Enggano.
“Hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kansar Bengkulu dan Kansar Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini, Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak,” katanya.
Meski operasi pencarian telah berakhir, keputusan untuk kembali membuka operasi SAR ditentukan berdasarkan hasil evaluasi serta perkembangan informasi di lapangan.