JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan penanganan anak Kali Krukut dilanjutkan dengan penataan sepanjang 2,3 kilometer (km).
Penulis
Alfredo SitompulEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan penanganan anak Kali Krukut dilanjutkan dengan penataan sepanjang 2,3 kilometer (km).
Pramono memutuskan hal tersebut usai meninjau langsung kondisi anak Kali Krukut sebanyak tiga kali. Menurutnya, pengerukan kali tidak menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Pemerintah DKI Jakarta melakukan penataan penggalian sungai yang ada di anak Kali Krukut, panjangnya kurang lebih 2,3 kilometer,” kata Pramono, Selasa (29/9/2026).
Pramono akan melakukan penataan secara komprehensif dengan membangun turap di sisi kiri dan kanan sungai.
Penataan tersebut mencakup pembenahan sejumlah fasilitas. Di antaranya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) serta melakukan penghijauan sepanjang kawasan tersebut.
“Kalau penanganannya hanya setengah-setengah, pasti tidak akan ada perubahan,” ujarnya.
Pramono memastikan penataan kawasan tersebut tidak dilakukan dengan menggusur warga yang telah tinggal di sekitar anak Kali Krukut selama puluhan tahun.
“Penataan kawasan, tidak kita lakukan penggusuran. Yang kita lakukan adalah menata kawasan, tetapi dirapikan,” katanya.
Dia meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mempresentasikan rencana penataan tersebut pada pekan depan. Pengerjaan ditargetkan mulai awal tahun depan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
Pramono juga membuka kemungkinan penerbitan penetapan lokasi (penlok) apabila diperlukan untuk mendukung penataan kawasan.
“Kalau memang harus dikeluarkan penlok untuk melakukan penataan kawasan, saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu, karena tidak bisa penanganannya hanya parsial,” ujarnya.
Pramono menargetkan kawasan anak Kali Krukut telah mengalami perubahan signifikan pada 2028.
“Mudah-mudahan akhir tahun 2028 atau pertengahan tahun 2028 tempat ini menjadi tempat yang berbeda seperti yang menjadi harapan kita bersama,” kata Pramono.
Pramono mengimbau masyarakat tidak kembali membuang sampah ke sungai. Menurutnya, perbaikan kawasan tidak akan bertahan lama jika masyarakat mempertahankan kebiasaan tersebut.
“Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada,” tandasnya.