JAKARTA, Probusmedia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan data terbaru mengenai jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan tersebut, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi telah berkurang menjadi 567 titik.
“Pemantauan terbaru menunjukkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun menjadi 567 titik, atau berkurang 121 titik dibandingkan sehari sebelumnya,”
kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Ristianto mengatakan wilayah Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan mengalami peningkatan jumlah hotspot. Dikatakan, Kalimantan Barat tercatat mengalami kenaikan jumlah titik sebanyak 40 titik dari sebelumnya 51 titik api.
Sementara itu, Sumatera Selatan mengalami peningkatan sebanyak 51 titik dari sebelumnya 11 titik api. Namun, di Riau dan Jambi tidak ditemukan adanya titik api.
“Peningkatan yang terpantau di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam penguatan patroli, groundcheck, serta operasi pemadaman,” kata dia.
Kemenhut bersama tim gabungan memperkuat penanganan dan pengendalian karhutla melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Ia menyebut selama periode 5 hingga 14 September 2026, pelaksanaan OMC telah menggunakan bahan penyemaian sejumlah 7.200 NaCl dengan total 9 sortie untuk wilayah Kalimantan Barat.
Penyemaian tersebar di 10 kabupaten yang menjadi lokasi titik api. Di antaranya Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara.
“Pelaksanaan OMC tersebut tercatat menghasilkan estimasi volume air hujan sekitar 87,9 juta meter kubik,” tegasnya.
Sementara Kalimantan Tengah, OMC dilakukan sejak 6 hingga 15 September 2026. Ia menegaskan hingga Jumat (11/9/2026) penggunaan bahan semai mencapai 5.600 kilogram NaCl dengan total 7 sortie.
Penyemaian tersebar di 6 kabupaten yakni Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
Pemerintah tetap menyiagakan sebanyak 53 unit armada udara untuk mengendalikan karhutla di enam provinsi.
“Dari jumlah tersebut, 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC,” jelas dia.
Kapasitas operasi udara diperkuat dengan dukungan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook yang telah tiba di Kalimantan Barat.
Dukungan tersebut sebagai bagian kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief Indonesia-Jepang.
“Ketiga helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi water bombing setelah melalui tahapan persiapan teknis dan keselamatan penerbangan,” tutur dia.
Ristianto mengimbau masyarakat terdampak untuk memantau perkembangan informasi dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan berdasarkan keterangan resmi dari pemerintah.
Imbauan tersebut dikhusukan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan maupun penyakit kronis lainnya karena lebih rentan terhadap paparan PM2,5.