JAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto memperkuat jajaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan melantik dua wakil menteri (wamen) baru yang memiliki latar belakang berbeda.
Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon mendapat tugas menangani strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.
Sedangkan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari bertanggung jawab atas logistik, industri pertahanan, dan teknologi.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42/M Tahun 2026.
“Dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo yang diikuti keduanya.
Sebelum dilantik, Richard menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, sementara Yusuf merupakan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan.
Richard merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang meniti karier setelah lulus Akademi Militer pada 1992.
Ia berasal dari kecabangan infanteri dan mengawali penugasannya di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Selama bertugas di Kopassus, Richard pernah mengisi sejumlah posisi, antara lain Perwira Pembantu Bidang Penyelidikan Intelijen Staf Intelijen Kopassus dan Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus.
Ia juga pernah memegang jabatan Wakil Komandan Grup 2 serta Komandan Grup 3 Kopassus.
Karier Richard kemudian berkembang ke berbagai posisi komando dan staf di lingkungan TNI AD.
Ia pernah menjabat Komandan Resimen Induk Kodam VI/Mulawarman, Komandan Korem 023/Kawal Samudera, serta Wakil Komandan Jenderal Kopassus.
Ia selanjutnya mendapat penugasan di tingkat komando gabungan dan Mabes TNI, termasuk sebagai Pangdam XVI/Pattimura, Inspektur Jenderal TNI AD, serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.
Pada Agustus 2024, Richard dipercaya menjadi Kasum TNI hingga akhirnya dilantik sebagai wamenhan.
Sebagai wamenhan, Richard akan menangani bidang yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan pengembangan kemampuan pertahanan.
Pengalamannya di satuan tempur, operasi, dan komando gabungan menjadi bagian dari rekam jejak sebelum menduduki jabatan tersebut.
Berbeda dengan Richard yang banyak bertugas di satuan operasi, Yusuf memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kemhan.
Perwira tinggi TNI Angkatan Udara tersebut merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara 1990 dari Korps Elektronika.
Yusuf memulai penugasan di Kemhan sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal pada 2016.
Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin Pusat Data dan Informasi Kemhan sebelum menjabat Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal pada 2019.
Pada 2020, Yusuf diangkat menjadi Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan dan menduduki jabatan tersebut hingga 2025.
Ia kemudian dipercaya memimpin Badan Logistik Pertahanan pada Agustus 2025, posisi yang dijabatnya sebelum dilantik sebagai Wamenhan.
Kini, Yusuf bertanggung jawab atas bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi.
Ruang lingkup tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan, pengelolaan dukungan logistik, serta pengembangan teknologi untuk menunjang kesiapan pertahanan nasional.






