JAKARTA, Probusmedia — Komisi V DPR menilai pencopotan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Muhammad Masyhud belum cukup untuk menyelesaikan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Penulis
Fadel Prayoga
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Komisi V DPR menilai pencopotan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Muhammad Masyhud belum cukup untuk menyelesaikan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perlu melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pelabuhan hingga sistem pengawasan pelayaran.
Menurut Lasarus, pergantian pejabat tidak otomatis menghilangkan persoalan apabila sistem pengawasan dan keselamatan pelayaran tidak ikut dibenahi.
“Apakah pencopotan Dirjen Hubla itu bisa menyelesaikan masalah? Belum tentu. Saya kira Kementerian perhubungan perlu untuk melakukan evaluasi di pelabuhan,”
kata Lasarus di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Lasarus menjelaskan, kini proses pembentukan panitia kerja (panja) untuk mengusut berbagai kecelakaan transportasi laut yang terjadi belakangan ini masih menunggu restu dari pimpinan DPR.
Panja tersebut diharapkan dapat membuka persoalan mendasar yang menyebabkan kecelakaan kapal terus terjadi.
“Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, sehingga kita mengetahui apa sebetulnya persoalan terkait transportasi,” kata Lasarus.
Ia menilai, panja akan memiliki ruang yang lebih luas untuk memanggil berbagai pihak dan mendalami penyebab kecelakaan kapal.
Pendalaman tersebut diperlukan agar persoalan keselamatan transportasi laut tidak berhenti pada pergantian pejabat.
“Kami mau mengurai satu per satu supaya nanti boleh memanggil banyak pihak dalam konteks pendalaman mencari tahu sebab kecelakaan ini menjadi alasan kami akan bentuk panja,” ujarnya.
Lasarus menambahkan, rangkaian kecelakaan kapal menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengawasan transportasi laut oleh Kemenhub.
Komisi V DPR juga akan memeriksa apakah standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku telah dijalankan secara benar.
“Ada yang perlu kami urai soal SOP yang sudah ada dilaksanakan atau tidak oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Lasarus.
Sebelumnya, Menhub Dudy Purwagandhi mencopot Dirjen Hubla Muhammad Masyhud sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Kemenhub. Kemenhub juga menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi posisi tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Farida Makhmudah mengatakan pergantian pejabat tidak hanya terjadi pada posisi Dirjen Hubla.
Ia menyebut terdapat pula pergantian pada posisi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
“Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya. Jadi bukan hanya di dirjen hubla, tetapi juga di kepala BPSDMP (yang pergantian),”
kata Farida, Jumat (18/9/2026).
Sementara itu, KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) saat menghadapi cuaca buruk.
Kapal tersebut tercatat membawa 243 orang berdasarkan manifes dan hingga Senin (21/9/2026), operasi pencarian korban masih berlangsung.
Basarnas mencatat 121 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang berada dalam manifes kapal tersebut.
Dari jumlah itu, 108 orang ditemukan selamat, 13 orang meninggal dunia, sedangkan 122 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Jumlah manifes sebanyak 243 orang, korban ditemukan 121 orang, selamat 108 orang, meninggal dunia 13 orang, dalam pencarian 122 orang,”
kata Kepala Basarnas M. Syafii dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).