JAKARTA, Probusmedia — Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Hinca Panjaitan menyambut positif langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,05 triliun untuk 2027.
Hinca pun meminta BNN tidak melupakan amanat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan penelitian terkait ganja medis.
Menurutnya, peningkatan anggaran harus benar-benar digunakan untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba sekaligus memenuhi mandat penelitian ganja medis.
Hal itu disampaikan Hinca dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama BNN dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) 2027, Selasa (1/9/2026).
Hinca memberikan perhatian khusus terhadap penelitian ganja medis. Dia ingin memastikan tambahan anggaran yang diajukan BNN telah memasukkan kebutuhan penelitian sebagaimana diperintahkan MK.
“Saya minta apakah anggaran yang Rp5 triliun tambahan ini Pak, Pak Sestama, sudah masuk pada amanah dan perintah Mahkamah Konstitusi agar pemerintah termasuk BNN melakukan penelitian?” kata Hinca.
Hinca mempertanyakan perkembangan penelitian ganja medis yang dinilainya belum menunjukkan hasil setelah beberapa tahun.
Dia menduga keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat penelitian tersebut belum terlaksana.
“Udah 3 tahun ini nggak jadi-jadi, mungkin karena nggak ada anggarannya. Apakah sudah masuk anggarannya perintah MK untuk meneliti ganja medis?” ujarnya.
Menurutnya, ganja medis perlu dikaji secara ilmiah dan tidak langsung disamakan dengan narkotika yang menjadi sasaran operasi pemberantasan BNN.
Sebab, penelitian diperlukan untuk mengetahui secara objektif manfaat maupun dampak ganja dalam konteks medis.
“Menurut para ahli ganja medis nggak sama dengan yang kita sebutkan tadi itu Pak. Oke? Dan belum pernah juga disajikan ganja medis itu apa dampaknya. Yang betul adalah dibutuhkan dia sebagai medis,” kata dia.
Karena itu, Hinca meminta BNN menambahkan anggaran khusus untuk penelitian ganja medis apabila kebutuhan tersebut belum tercantum dalam proposal tambahan anggaran.
Dia menegaskan penelitian tersebut tidak boleh kembali tertunda.
“Mohon betul-betul apakah anggaran yang Rp 5 triliun Anda minta ini sudah masuk penelitian itu? Kalau belum tambah lagi,” ujar Hinca.
Isu penelitian ganja medis juga dikaitkan Hinca dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Komoditas Strategis yang tengah dibahas Badan Legislasi DPR RI.
Dia menyebut ganja medis menjadi salah satu komoditas yang ikut dipertimbangkan dalam pembahasan tersebut.
“Karena itu saya minta catatan kakinya adalah penelitian yang sangat serius terhadap ganja medis supaya perintah Mahkamah Konstitusi dijalankan oleh negara dalam hal ini BNN,” katanya.
Meski demikian, Hinca mengingatkan besarnya anggaran harus sejalan dengan kemampuan BNN menjalankan program pemberantasan narkoba.
Menurutnya, slogan perang melawan narkoba harus didukung sumber daya yang memadai agar tidak berhenti sebagai jargon.
“Jadi udah bener itu, war on drugs for humanity, ‘hu!’ Kira-kira begitu. Kalau ‘hu’-nya saja yang kuat, anggarannya nggak kuat, itu masalahnya. Jadi ‘hu’-nya saja yang kuat. Hari ini saya apresiasi itu,” katanya.






