JAKARTA, Probusmedia — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta kepada seluruh Kapolda untuk memetakan sarang narkoba di seluruh wilayahnya.
Suyudi ingin memutus rantai peredaran narkoba dengan mengejar bandar maupun penyuplai barang haram tersebut.
“Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung terutama ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba,” ujar Suyudi kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Suyudi menuturkan bahwa sejumlah wilayah terindikasi sarang narkoba telah ditindak secara serentak sejak awal Oktober 2026. Wilayah yang sudah ditindak diantaranya yakni Jakarta, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, hingga Sulawesi dan Kalimantan.
Untuk wilayah Jakarta Barat, operasi gabungan dilakukan pada Jumat (9/10/2026). Kepolisian menyasar wilayah Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang ditangkap dalam penindakan tersebut.
Selanjutnya, operasi serupa juga dilakukan di daerah Sumatra Utara dengan menyasar sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Sebanyak 36 orang ditangkap, serta sekitar 102 gram sabu dan sejumlah barang bukti lainnya turut disita.
Kemudian, untuk wilayah Riau ada sebanyak 68 orang diamankan dalam operasi yang digelar di tempat hiburan malam. Sebanyak 63 orang dinyatakan positif mengonsumsi zat narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Penindakan juga berlangsung di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya dengan menangkap 104 orang, termasuk tiga orang yang diduga sebagai bandar.
“Jadi sudah mulai para Kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing,” kata Suyudi.
Lebih lanjut, kata Suyudi, pemberantasan narkoba perlu digencarkan seiring tren peningkatan peredaran narkoba di Indonesia.
“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” ujarnya.






