JAKARTA, Probusmedia — Dinas Kesehatan DKI Jakarta baru mencatat sekitar 40.000 kasus tuberkulosis (TBC). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penemuan 68.000 kasus hingga akhir 2026.
“Sampai saat ini, kami sudah menemukan sekitar 40.000 lebih kasus TBC di Jakarta, dan targetnya adalah 68.000 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati, dikutip Kamis (15/10/2026).
Ani mengatakan, pihaknya terus mempercepat penemuan kasus TBC melalui pelacakan terintegrasi melalui program Jaminan Kesehatan Gratis (JKG).
“Salah satunya yang masif kita lakukan adalah tracing TBC terintegrasi dengan JKG,” tegasnya.
Ia menyebut stigma terhadap TBC menjadi salah satu tantangan pemprov dalam penanganan penyakit tersebut.
Hal tersebut, dikatakan, sering memicu penolakan masyarakat ketika petugas melacak kasus TBC.
“Untuk penanganan pertama TBC, kami harus menemukan kasusnya,” ujarnya.
Selain penemuan kasus, Dinkes DKI juga mengupayakan capaian Terapi Pencegahan TBC (TPT). Menurutnya, capaian terkait pencegahan TBC tergolong relatif rendah.
Dengan begitu, Dinkes menggandeng berbagai pihak, termasuk pengurus RT dan RW, camat, serta lurah. Ditegaskan, langkah tersebut untuk meningkatkan capaian dalam pencegahan TBC.
“Kami targetkan di akhir tahun semua target dari pusat sudah kami selesaikan,” tandasnya.






