JAKARTA, Probusmedia — Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi lokasi aksi pemanjatan dan pembentangan spanduk raksasa oleh Greenpeace Indonesia pada Selasa (20/10/2026) bertepatan dengan 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Aksi itu menjadi sorotan terkait status Monumen Selamat Datang sebagai cagar budaya.
Peneliti Senior Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Sapta Ananda Proklamasi menegaskan aksi pemanjatan dan pembentangan spanduk tersebut dilakukan secara terukur dan telah mempertimbangkan dimensi serta bahan patung untuk menghindari kerusakan.
“Ada yang bilang itu cagar budaya, tetapi kita melakukannya dengan sangat terukur, tidak akan merusak, apalagi kekerasan. Jadi kita lakukan semuanya itu dengan baik,”
kata Sapta dalam wawancara bersama Probusmedia yang dikutip Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, Greenpeace tidak memilih lokasi aksi secara sembarangan. Selain mempertimbangkan daya tarik lokasi bagi publik, organisasi tersebut juga memperhitungkan risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan aksi.
“Kalau kita di Greenpeace sudah kita ukur risikonya. Kita pasti memilih lokasi ikonik atau bisa menarik perhatian publik,” ujarnya.
Menurut Sapta, para relawan yang terlibat memiliki keterampilan khusus dalam pemanjatan dan menjalani latihan secara berkala.
Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan aksi langsung tanpa kekerasan dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Selain itu, tim juga menerapkan prosedur operasional standar (SOP) pemanjatan dalam mempersiapkan aksi. Langkah itu dinilai penting mengingat risiko dapat muncul saat relawan naik, berada di atas patung, maupun ketika turun.
“Ketika ada tantangan untuk aksi, kita pastikan sesuai dengan SOP pemanjatan,” tutur Sapta.
Sapta menyebut aksi di Bundaran HI pada 20 Oktober merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Greenpeace setelah kegiatan serupa pada 2019 dan 2024.
Sehingga, pengalaman sebelumnya membantu tim memahami kondisi lokasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di lapangan.
“Pastinya kita mendapatkan informasi patung ini dimensinya berapa, bahannya apa, kita juga pengalaman di 2019. Artinya ini membuat kita semakin matang,” katanya.








