JAKARTA, Probusmedia — Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara melaporkan sebanyak 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta.
Penulis
Alfredo SitompulEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara melaporkan sebanyak 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta.
Data tersebut berdasarkan rekapitulasi peristiwa kebakaran di ibu kota sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi kejadian kebakaran, jumlah kebakaran pada Agustus menjadi yang tertinggi, yakni 240 kejadian atau 19,74 persen dari total kejadian.
Pada awal tahun, 129 kejadian tercatat di Januari, sempat menurun di Februari menjadi 93 kejadian. Kemudian kembali meningkat pada Maret 126 kejadian, April 132 kejadian, Mei 138 kejadian, Juni 141 kejadian, dan Juli 217 kejadian.
“Peningkatan paling tajam terjadi pada bulan Juli dengan 217 kejadian (17,85 persen) dan terus meningkat pada Agustus yang menjadi bulan dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 240 kejadian (19,74 persen),” kata Bayu dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Bayu mengungkapkan Jakarta Barat menjadi wilayah dengan laporan kebakaran terbanyak. Dari 1,216 kejadian, sebanyak 368 kejadian (30,26 persen) terjadi di wilayah tersebut.
“Disusul oleh Kota Jakarta Timur dengan 299 kasus, Kota Jakarta Selatan sebanyak 252 kasus, Jakarta Utara mencatat 163 kasus, dan Jakarta Pusat 134 kasus,” tutur Bayu.
Berdasarkan data Gulkarmat, bangunan perumahan menjadi objek terbakar paling terdampak yakni 358 kejadian (29,44 persen).
“Kemudian disusul bangunan umum dan perdagangan sebanyak 230 kejadian (18,91 persen), instalasi listrik luar gedung 194 kejadian (15,95 persen), serta sampah 174 kejadian (14,31 persen),” katanya.
Selain itu, objek terbakar lainnya yakni kendaraan, tumbuhan, lapak, serta bangunan industri.
Sebanyak 649 kejadian (53,37 persen) faktor penyebab kebakaran karena aliran listrik sepanjang periode Januari hingga Agustus.
“Faktor utama penyebab kebakaran di ibu kota masih didominasi oleh masalah kelistrikan yang mencapai 649 kasus (53,37 persen) dari total keseluruhan penyebab,” jelasnya.
Aktivitas membakar sampah menjadi penyebab terbanyak kedua dengan 171 kejadian (14,06 persen). Selanjutnya terdapat akibat masalah gas sebanyak 103 kejadian, kelalaian manusia 88 kejadian.
Kemudian, penyalaan sendiri 48 kejadian, puntung rokok 46 kejadian, dan penyalaan kembali 11 kejadian.