JAKARTA, Probusmedia — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung sejumlah titik strategis dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada Jumat (25/9/2026).
Lokasi yang dikunjungi meliputi keramba pembudidayaan ikan kerapu dan bawal bintang, fasilitas pendidikan vokasi SMK Negeri 6 Jakarta, serta kreasi mural publik. Kunjungan itu merupakan pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir.
Rano menyebut pengembangan tersebut harus berjalan beriringan dengan komitmen konsevasi.
Karena itu, ia mendorong berbagai gerakan seperti pemilihan sampah, pelepasan ikan bawal bintang, hingga penanaman mangrove.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan konservasi. Karena itu, kegiatan ini dibarengi Gerakan Jaga Jakarta berupa pilah sampah, pelepasan ikan bawal bintang, dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir,” ujar Rano Karno.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan kegiatan Wall of Jakarta 2026. Mural tersebut, kata Rano, merefleksikan tentang masyarakat pesisir, biota laut, sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
“Wall of Jakarta 2026 menjadi bagian dari peringatan World Tourism Day sekaligus upaya menghidupkan ruang publik Pulau Tidung melalui seni. Mural tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, dan pesan lingkungan,” katanya.
Selain itu, Pemprov DKI melibatkan warga lokal dalam berbagai pelatihan untuk membuka peluang ekonomi kreatif baru.
Di antaranya pelatihan kuliner sukun dan kopi Tidung, nail art biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop.
“Yang penting, warga lokal dilibatkan langsung. Ada pelatihan kuliner sukun dan kopi Tidung, nail art biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop untuk membuka peluang ekonomi kreatif baru,” tegasnya.
Selain pelatihan, Rano turut menyediakan pasar kreatif bagi pengusaha lokal untuk menjual produk kepada wisatawan agar menggerakkan roda ekonomi wilayah setempat.
“Pasar kreatif juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk memasarkan kuliner khas dan kerajinan langsung kepada wisatawan, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada aspek seni, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” tuturnya.
DKI 2 itu berharap sejumlah rangkaian tersebut dapat meningkatkan perekonomian Pulau Tidung, mulai dari okupansi homestay, jasa transportasi laut hingga penjualan produk lokal.




