JAKARTA, Probusmedia —
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) mencatat sebanyak 16 penerbangan internasional dibatalkan imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (6/9/2026). Selain terdapat tujuh jadwal penerbangan yang mengalami penundaan, dan lima penerbangan dijadwalkan kembali.
“Penanganan status penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali,”
kata Dirjen Hubud Lukman F Laisa dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Sebanyak lima penerbangan yang mengalami penjadwalan kembali meliputi rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur.
Lukman mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya membuat penerbangan internasional terganggu. Dikatakan, terdapat empat penerbangan domestik dibatalkan dan tiga rute penerbangan dialihkan.
Rute penerbangan itu yakni Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).
“Pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB),” kata dia.
Lukman memastikan sebanyak 170 pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) disiagakan di area Apron dalam kondisi aman.
Dari total tersebut Lukman memerinci keseluruhan pesawat yang sedang RON di Bandara Soetta. Perinciannya yakni untuk terminal 1 sebanyak 66 pesawat, terminal 2 sebanyak 51 pesawat, terminal 3 sejumlah 49 pesawat, dan Kargo sebanyak 4 pesawat.
“Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman. Terdapat total 170 pesawat yang disiagakan di area apron dengan rincian, Terminal 1 sebanyak 66 pesawat; Terminal 2 sebanyak 51 pesawat; Terminal 3 sebanyak 49 pesawat; dan Kargo sebanyak 4 pesawat,” tegas dia.
Meskipun begitu, Lukman menegaskan operasional penerbangan pada Bandara Soetta akan terus dilakukan secara dinamis menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Laporan perkembangan akan terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan pihak terkait lainnya.
“Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan,” tutur dia.
Ia juga mengimbau kepada calon penumpang untuk terus ikut memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan terkini.
Selain itu, ia meminta untuk turut memperhatikan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu.
“Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya,” katanya.









