
Penulis
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan (OTT) pengurusan HGB Summarecon Bogor di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Penetapan tersangka itu dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif 17 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.
Terdapat sedikitnya delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait OTT KPK di BPN ini. Mereka, yakni Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi dan anak buah Menteri ATR/ BPN Nusron Wahid, yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri.
Terdapat juga Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Kemudian, Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlefi.
Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu rampung menjalani pemeriksaan sekitar pukul 17.50 WIB. Mereka tampak mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangan diborgol saat keluar ruang pemeriksaan.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, dalam gelar perkara yang dilakukan, KPK memutuskan meningkatkan status penanganan perkara tersebut ke tahap penyidikan. Seiring dengan langkah tersebut, KPK menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
“KPK telah melakukan gelar perkara di tingkat pimpinan, dan diputuskan atas perkara ini naik ke tahap penyidikan,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Gelar perkara ini dilakukan setelah KPK memeriksa intensif sebanyak 17 orang yang terjaring operasi tangkap tangan OTT di wilayah Jabodetabek. Hanya saja, KPK belum mengumumkan siapa saja tersangka, jumlah, konstruksi serta peran para pihak dalam kasus ini. Detail-detail tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang rencananya akan digelar malam ini.
Sebelumnya, KPK menyatakan, OTT di BPN ini terkait pengurusan HGB Summarecon Bogor di BPN. Dalam OTT itu, KPK juga turut menyita uang tunai ratusan miliar yang disimpan dalam 20 kardus atau koper.