JAKARTA, Probusmedia — Ketua DPR RI Puan Maharani merespons rencana pemerintah menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk kuliah bagi masyarakat.
Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Ketua DPR RI Puan Maharani merespons rencana pemerintah menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk kuliah bagi masyarakat.
Puan menilai rencana tersebut perlu dikaji terlebih dahulu dengan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita kaji dulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana kekuatan APBN,” kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Politikus PDIP itu mengatakan pendidikan dasar hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP) saat ini telah mendapatkan pembebasan biaya SPP.
Menurut dia, kebijakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi perlu melihat kondisi ekonomi dan situasi global yang berkembang.
“Jadi ya ke depannya kita lihat dulu dengan situasi global seperti ini dan bagaimana kekuatan APBN, ya kita akan lihat seperti apa,” ujar Puan.
Puan menegaskan kebijakan pendidikan harus diarahkan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.
Karena itu, rencana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan keuangan negara.
“Tentu saja sebesar-besarnya adalah bagaimana itu bermanfaat buat bangsa dan negara,” ujar Puan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkap dibutuhkan anggaran sebesar Rp93,74 triliun jika pemerintah ingin menggratiskan biaya kuliah di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN).
Angka tersebut disampaikan Brian dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Brian mengatakan kebutuhan anggaran itu telah dihitung berdasarkan jumlah mahasiswa yang tercatat di PTN, baik program vokasi maupun akademik.
“Kami sudah menghitung itu nilainya Rp93.742.969.840.000 untuk 2.833.169.000 mahasiswa yang tercatat di PTN, baik untuk vokasi maupun akademik, jadi D3, D4, dan D1,” kata Brian.