JAKARTA, Probusmedia — Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 sulit tercapai jika persoalan mendasar dalam sistem pendidikan nasional tidak segera dibenahi.
Menurut Ubaid, generasi yang diharapkan menjadi penopang Indonesia pada 2045 saat ini sedang menempuh pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi.
Namun, sistem pendidikan yang belum menjamin kualitas dan pemerataan akses dinilai menjadi hambatan untuk melahirkan generasi unggul.
“Ini tentu tidak mudah untuk menciptakan generasi emas, kalau hidup dalam sistem yang semuanya berkarat,” kata Ubaid dalam tayangan YouTube Probusmedia dikutip Sabtu (17/10/2026).
Dia menyoroti persoalan penganggaran pendidikan yang dinilai bermasalah, termasuk dugaan korupsi, serta sistem pendidikan yang belum mampu menjamin kualitas pembelajaran dan akses pendidikan yang berkeadilan.
Ubaid mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat melahirkan generasi unggul apabila sistem pendidikan yang mereka jalani belum mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau sistem persekolahan kita, sistem pendidikan tinggi kita ini tidak mendukung lahirnya generasi-generasi yang cemerlang, generasi-generasi hebat, ya enggak mungkin,” ujarnya.
Dia mencontohkan, Indonesia tidak bisa berharap siswa mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara jika kualitas pendidikan di sekolah masih buruk.
Bahkan, menurut dia, untuk meningkatkan posisi pendidikan Indonesia di kawasan saja masih menjadi tantangan karena berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
“Kita enggak bisa berharap dari anak-anak kita yang belajar di sekolah dengan kualitasnya yang buruk bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Kita berharap bisa naik kelas saja enggak bisa,” kata Ubaid.
Dia juga menyoroti kesenjangan pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk persoalan infrastruktur sekolah. Ubaid menyebut sekitar 60 persen infrastruktur sekolah dasar (SD) berada dalam kondisi rusak.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pendidikan harus dimulai dari pembenahan sistem, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Bagaimana kita bisa berharap hasil yang baik dari proses yang buruk, dari perencanaan yang buruk, dari sistem yang buruk,” ujarnya.
Ubaid menilai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika pemerintah ingin mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dia menegaskan, target tersebut perlu diikuti dengan pembenahan nyata terhadap sistem pendidikan agar anak-anak yang saat ini belajar di sekolah dan perguruan tinggi dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan mampu bersaing.






