JAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih saat pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming memasuki dua tahun.
Prabowo bahkan menyebut momentum dua tahun pemerintahan sebagai waktu yang logis bagi para menteri untuk dievaluasi berdasarkan kinerja dan kemampuan mereka menjalankan tugas.
“Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi, masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” kata Prabowo dalam dialog bersama jurnalis dan pakar dinukil Kamis (17/6/2026).
Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan secara terus-menerus.
Menurut dia, secara umum para menteri masih bekerja dengan baik.
“Dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke,” ujar dia.
Meski demikian, Prabowo mengakui terdapat sejumlah kementerian yang saat ini tidak berada di garis depan dalam menjalankan prioritas pemerintah.
“Jadi ini pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan. Ya, tapi mereka mengerti dan mereka itu ya bekerja secara inisiatif masing-masing,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, jika reshuffle dilakukan, perombakan tidak selalu berarti mengganti menteri yang dianggap bermasalah.
Perombakan kabinet, kata dia, juga dapat dilakukan untuk memberikan promosi kepada seseorang atau menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensinya.
“Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place,” ujar Prabowo.
Menteri Bermasalah Bisa Diganti
Prabowo menekankan pentingnya kompetensi dan kecocokan seseorang dengan posisi yang ditempatinya di kementerian maupun lembaga.
Namun, dia juga membuka kemungkinan mengganti pejabat yang dinilai memiliki persoalan.
“Ya kita harus tadi, kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan?” katanya.
Prabowo tidak merinci kementerian atau menteri mana yang masuk dalam evaluasi untuk kemungkinan perombakan kabinet.
Dia juga belum menyebut waktu pelaksanaan reshuffle.
Fokus pada Pangan hingga Energi
Di sisi lain, Prabowo menjelaskan sejumlah agenda yang menjadi prioritas pemerintah dan menjadi dasar dalam mengevaluasi kinerja kabinet.
Dia menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu hal yang paling mendasar.
“Sebagaimana diketahui kan (bagi) saya yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Jadi swasembada pangan,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga berupaya menjaga ketersediaan BBM, mengembangkan biodiesel B50 berbasis kelapa sawit, serta mendorong penggunaan energi surya dalam skala besar.
Selain itu, Prabowo menyoroti upaya memperbaiki aliran uang yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri.
Menurutnya, pemerintah juga harus segera mengatasi kelaparan anak yang dapat berujung pada stunting serta kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrem.
Efisiensi anggaran menjadi agenda lainnya, terutama untuk mencegah kebocoran dan mengarahkan investasi ke sektor yang dapat menghasilkan devisa serta membuka lapangan kerja.
Evaluasi terhadap para menteri pun ditempatkan dalam konteks pencapaian sejumlah prioritas tersebut.
Dengan memasuki dua tahun pemerintahan, Prabowo memberikan sinyal bahwa susunan Kabinet Merah Putih masih dapat berubah, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa saja yang akan diganti atau kapan perombakan dilakukan.




