JAKARTA, Probusmedia — Tersangka kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat masukan yang salah mengenai perkara yang menjerat dirinya.
Penulis
Langgeng PujiEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Tersangka kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat masukan yang salah mengenai perkara yang menjerat dirinya.
Keyakinan itu disampaikan Febrie ketika menanggapi pertanyaan mengenai temuan 74 kilogram emas yang dikaitkan dengan perkara tersebut.
Menurut dia, persoalan kepemilikan dan keterkaitan emas itu dengan dirinya telah dijelaskan kepada tim penyidik.
“Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini,” kata Febrie di Kejari Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
Dia mengatakan, informasi mengenai siapa pemilik emas tersebut dan apakah memiliki keterkaitan dengan dirinya sudah diperiksa dalam proses penyidikan.
“Itu kan sudah diperiksa. Dan saya juga minta itu di-clear-kan. Siapa yang punya, apakah keterkaitan dengan saya, itu kan sudah diberikan penjelasan kepada tim penyidik,” ujar dia.
Febrie berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara jernih oleh hakim ketika perkaranya diperiksa di pengadilan.
“Oleh karena itu saya berharap nanti, ya, agar hakim dapat melihat ini dengan jernih,” katanya.
Febrie juga membantah memiliki sejumlah aset atau kepentingan usaha yang menurut dia berkaitan dengan perkara yang tengah diproses.
“Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor,” kata Febrie.
Dia kemudian menyinggung data yang tersimpan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.
Menurut Febrie, data tersebut dapat digunakan untuk melihat pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai perkara.
“Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada database-nya,” ujarnya.
Febrie berharap para juniornya yang masih bertugas di Gedung Bundar tetap menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat.
“Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus bela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat,” kata dia.