JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan hasil pertemuan dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani saat menghadiri forum Urban 20 (U20) di New York, Amerika Serikat, pekan lalu.
Penulis
Alfredo Sitompul
Editor
Irfan KamilJAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan hasil pertemuan dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani saat menghadiri forum Urban 20 (U20) di New York, Amerika Serikat, pekan lalu.
Pramono mengatakan sempat berdiskusi dengan Zohran sebanyak dua kali dalam kunjungan kerjanya kali ini.
Dalam diskusi tersebut, kata dia, keduanya membahas tentang transportasi, pengamanan, hingga obligasi daerah.
“Kami berdua berdiskusi tentang banyak hal, terutama hal yang berkaitan dengan transportasi, kemudian hal berkaitan dengan bansos, hal yang berkaitan dengan security, hal yang berkaitan dengan obligasi,”
kata Pramono, Selasa (29/9/2026).
Menurut Pramono, Jakarta dan New York memiliki sejumlah persoalan yang serupa sebagai kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk dan masyarakat yang beragam.
“New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Pramono juga menjelaskan perkembangan sistem transportasi Jakarta kepada Zohran.
Menurutnya, pengelolaan transportasi Jakarta kini tidak hanya mencakup TransJakarta, tetapi telah terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi lainnya.
“Saya sampaikan bahwa kalau dulu yang diatur hanya Transjakarta, sekarang pengaturannya menjadi Transjabodetabek,” kata Pramono.
Pramono mengatakan, Adams juga bertanya ihwal subsidi transportasi di Jakarta. Dia kemudian menjelaskan bahwa subsidi transportasi saat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan sejumlah perkembangan konektivitas transportasi Jakarta.
Hal tersebut mencakup MRT, LRT, TransJakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, hingga KRL.
“Jakarta setelah MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, KRL, membuat Jakarta konektivitasnya menjadi semakin baik,” ujarnya.