JAKARTA, Probusmedia — Harapan keluarga lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini bertumpu pada operasi pencarian Tim SAR gabungan.
Penulis
Fadel PrayogaEditor
Ponco SulaksonoJAKARTA, Probusmedia — Harapan keluarga lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini bertumpu pada operasi pencarian Tim SAR gabungan.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh kekuatan dikerahkan untuk menemukan rombongan yang hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut.
“Kami ikut merasakan kekhawatiran keluarga atas musibah ini. Pencarian teman-teman jurnalis beserta seluruh anggota rombongan di perairan Selat Sunda harus dimaksimalkan,” kata Puan, Kamis (10/9/2026).
Puan juga mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk memperkuat upaya pencarian rombongan tersebut.
“Operasi pencarian terhadap rekan-rekan media di perairan Selat Sunda dapat semakin maksimal dengan tambahan kekuatan dan armada dari TNI AL,” ujarnya.
Politikus PDIP itu berharap tambahan kekuatan dalam operasi pencarian dapat memperbesar peluang rombongan segera ditemukan.
“Semoga rombongan jurnalis ini dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Puan.
Selain pencarian, Puan meminta pemerintah tidak mengabaikan kondisi keluarga yang tengah menunggu kabar.
Menurutnya, keluarga membutuhkan pendampingan sekaligus kepastian informasi selama proses pencarian berlangsung.
“Dan penting agar pihak keluarga mendapat pendampingan dari Pemerintah, termasuk jaminan upadate informasi serta kebutuhan untuk psikologis mereka,” katanya.
Puan menilai kejadian tersebut menunjukkan masih adanya warga sipil yang bersedia masuk ke wilayah berisiko demi menjalankan tugas dan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
Ia menyebut jurnalis, pemandu, awak transportasi, relawan, hingga peneliti memiliki peran penting dalam memberikan informasi, memahami kondisi lapangan, menjaga mobilitas, dan mendukung penanganan bencana.
“Dan tentunya dukungan dan perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui operasi pencarian yang maksimal,” ujar Puan.
Di tengah operasi pencarian, Puan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ia meminta warga menjauhi kawasan berbahaya dan mengikuti setiap arahan dari petugas berwenang.
“Bagi masyarakat, jauhi dulu area berbahaya. Dan selalu patuhi imbauan petugas atau pihak-pihak yang berwenang,” katanya.
Rombongan jurnalis foto tersebut hilang kontak tidak lama setelah bertolak pada Senin (7/9) siang untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Mereka terdiri atas M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas, serta seorang pemandu dan dua kru kapal.
Tim SAR gabungan hingga kini masih memperluas pencarian hingga mendekati kawasan kawah Gunung Anak Krakatau.