JAKARTA, Probusmedia — Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninggalkan kursi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah lebih dari lima tahun memimpin institusi tersebut. Dia akan mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Listyo membenarkan kabar tersebut saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026), untuk mengikuti pelantikan pejabat baru.
“Ya, katanya saya hari ini akan dilantik jadi KSP,” kata Listyo.
Dia menyebut penugasan tersebut sebagai sebuah kehormatan. Listyo mengatakan akan memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas barunya.
“Itu kehormatan buat kita untuk bisa memberikan yang terbaik buat bangsa,” ujarnya.
Perpindahan Listyo ke lingkungan Istana terjadi bersamaan dengan pergantian pucuk pimpinan Polri.
Komjen Suyudi Ario Seto ditetapkan menggantikan Listyo sebagai Kapolri setelah mendapat persetujuan DPR.
Dengan jabatan barunya, Listyo membawa pengalaman panjang memimpin institusi kepolisian, termasuk menghadapi sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik.
Dari kasus Sambo hingga pembenahan internal
Listyo mulai memimpin Polri pada Januari 2021. Salah satu ujian terbesar kepemimpinannya terjadi pada 2022 ketika kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mencuat.
Kasus tersebut melibatkan mantan Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo. Pada awal pengungkapan, polisi sempat menyampaikan narasi adanya baku tembak yang menyebabkan Yosua meninggal.
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, tim khusus yang dibentuk Listyo menemukan bahwa Yosua ditembak dan Sambo kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Sambo akhirnya dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan berencana.
Mahkamah Agung melalui putusan kasasi Nomor 813 K/Pid/2023 menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Sambo.
Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap.Kasus itu juga menyeret sejumlah anggota Polri dalam pelanggaran etik dan perkara pidana.
Bagi institusi Polri, perkara tersebut menjadi salah satu ujian terbesar dalam kepemimpinan Listyo.
Tragedi Kanjuruhan
Belum lama setelah kasus Sambo, Polri kembali menghadapi sorotan besar akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022.
Tragedi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu menewaskan 135 orang.
Penggunaan gas air mata oleh aparat di dalam stadion menjadi salah satu faktor yang kemudian menjadi sorotan dalam penyelidikan dan proses hukum.
Listyo kemudian mencopot Irjen Nico Afinta dari jabatan Kapolda Jawa Timur.
Sejumlah anggota kepolisian juga menjalani proses pidana dan etik terkait tragedi tersebut.
Listyo pada akhir 2022 menyebut kasus Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan, dan kasus narkoba yang melibatkan petinggi Polri sebagai pukulan bagi institusinya.
Jenderal polisi terjerat narkoba
Pada bulan yang sama dengan tragedi Kanjuruhan, Polri kembali menghadapi kasus yang melibatkan perwira tinggi.
Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa terseret perkara peredaran narkotika setelah ditangkap pada Oktober 2022.
Teddy kemudian dinyatakan bersalah dalam perkara jual beli narkotika dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena melibatkan jenderal polisi aktif.
Listyo ketika itu menegaskan bahwa penanganan perkara narkotika harus dilakukan tanpa melihat pangkat pelakunya.
Kasus anak perwira polisi
Pada 2023, perhatian publik kembali tertuju kepada institusi Polri setelah video penganiayaan Ken Admiral oleh Aditya Hasibuan, anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan, viral di media sosial.
Perkara tersebut kemudian diproses secara pidana. Achiruddin juga menjalani proses etik setelah dinilai membiarkan penganiayaan terjadi.
Kasus itu kemudian berkembang dan turut menyoroti dugaan kepemilikan aset serta perkara lain yang melibatkan Achiruddin.
Perdagangan orang dan kejahatan lintas negara
Di tengah berbagai persoalan internal, Polri pada 2023 juga membentuk Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah pemerintah meningkatkan perhatian terhadap kejahatan perdagangan manusia.
Satgas tersebut bekerja di tingkat Mabes Polri hingga jajaran daerah untuk membongkar jaringan TPPO, termasuk jaringan yang berkaitan dengan pengiriman korban ke luar negeri.
Salah satu perkara yang mencuat adalah jaringan perdagangan orang yang berkaitan dengan penjualan organ ginjal ke Kamboja.
Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi juga memproses sejumlah oknum yang diduga membantu jaringan tersebut.
Insiden Affan Kurniawan
Memasuki 2025, Polri kembali menghadapi sorotan setelah pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam rangkaian demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Tujuh personel Brimob yang berada dalam kendaraan tersebut diperiksa dan ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani proses hukum dan etik.
Listyo kemudian mendatangi keluarga Affan dan menyampaikan permintaan maaf. Peristiwa tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap penggunaan kekuatan oleh aparat dalam mengamankan demonstrasi.
Kini pindah ke IstanaSetelah memimpin Polri sejak Januari 2021, Listyo kini akan menempati posisi baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perubahan tersebut berlangsung setelah DPR menyetujui pemberhentian Listyo dari jabatan Kapolri dan menyetujui Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.
Dari institusi penegak hukum, Listyo kini masuk ke lingkungan kepresidenan dengan membawa pengalaman menghadapi berbagai persoalan hukum, keamanan, dan dinamika internal Polri selama lebih dari lima tahun terakhir.




