JAKARTA, Probusmedia — Komjen Dedi Prasetyo mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional (BRAN), lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dedi telah dilantik bersama sejumlah pejabat lain di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Perjalanan panjang Dedi di Polri berakhir. Dedi Prasetyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990.
Dia mengawali karier di Polda Jawa Timur dan kemudian menjalani sejumlah penugasan di tingkat kewilayahan maupun Mabes Polri.
Dia pernah menjabat Kapolsek Deket, Kasat Reskrim Polres Lamongan, Kapolsek Serpong, Kasat Serse Polwiltabes Surabaya, Kapolresta Kediri hingga Kapolres Lumajang.
Kariernya kemudian berkembang ke bidang sumber daya manusia (SDM). Dedi pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan di bidang SDM Polri, termasuk Karo SDM Polda Maluku Utara dan Karo SDM Polda Kalimantan Tengah.
Pengalamannya di wilayah Kalimantan Tengah berlanjut hingga dia dipercaya menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah pada 2017 dan kemudian Kapolda Kalimantan Tengah pada 2020.
Di tingkat Mabes Polri, nama Dedi semakin dikenal ketika dia menjabat Kepala Divisi Humas Polri pada 2021.
Setelah itu, dia dipercaya menjadi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia pada 2023.
Dedi kemudian menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri sebelum ditunjuk menjadi Wakapolri pada Agustus 2025.
Bergelar profesor
Di luar perjalanan kariernya sebagai perwira tinggi Polri, Dedi juga dikenal aktif di bidang akademik.
Dia tercatat sebagai dosen tidak tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dengan jabatan fungsional profesor dalam Program Studi Ilmu Kepolisian.
Dedi memiliki sejumlah gelar akademik, antara lain Sarjana Hukum dari Universitas Mayjen Sungkono, Magister Humaniora dari Universitas Gadjah Mada, doktor dari Universitas Brawijaya, serta Magister Manajemen.
Latar belakang akademik tersebut membuat Dedi memiliki perhatian cukup besar terhadap pengembangan sumber daya manusia dan reformasi di lingkungan kepolisian.
Penulis 27 buku
Dedi juga dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang produktif menulis.Pada 28 Mei 2024, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mencatat Dedi sebagai Perwira Tinggi Polri sebagai Penulis Buku Terbanyak.
Saat menerima penghargaan tersebut, Dedi tercatat telah menulis dan menerbitkan 27 buku.
Sejumlah buku yang ditulisnya antara lain Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme, Aksara Presisi Membangun Polri, Radikalisme Terorisme dan Deradikalisme di Indonesia, Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Perspektif Transnasional Crime, Manajemen Sumber Daya Manusia di Sektor Publik, serta Keadilan Restoratif Strategi Transformasi menuju Polri Presisi.
Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul juga menjadi salah satu karya Dedi yang dibedah dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Teknis SSDM Polri pada 2024.
Dengan pengalaman panjang di bidang operasional, kewilayahan, SDM, komunikasi kepolisian, hingga pengawasan internal, Dedi kini disebut bakal mendapat tugas baru di luar struktur Polri melalui posisi Kepala BRAN.
Sementara itu, Karyoto juga dikabarkan akan memasuki pemerintahan dengan posisi sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Keduanya menjadi bagian dari rangkaian perubahan posisi pejabat yang berlangsung bersamaan dengan pergantian Kapolri.




