JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap biaya pembebasan lahan dan pembangunan fisik Embung Kebagusan, Jakarta Selatan, mencapai sekitar Rp250 miliar.
Dia menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026) sore.
Pramono memerinci kebutuhan biaya proyek tersebut. Sekitar Rp200 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp50 miliar pembangunan fisik embung seluas dua hektare tersebut.
“Jadi, kurang lebih di tempat ini untuk satu embung itu kurang lebih Rp200 miliar untuk pembebasan lahan, Rp50 miliar lebih sedikit untuk pembangunan fisik embungnya,” kata Pramono.
“Pembebasan lahan untuk satu meter persegi Rp10 juta. Jadi, kalau ini dua hektare kurang lebih Rp200 miliar,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan sekretaris kabinet itu mengatakan, pembangunan embung merupakan langkah preventif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani banjir secara menyeluruh.
Upaya tersebut juga mencakup pembangunan waduk dan normalisasi sejumlah sungai di Jakarta, salah satunya Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
“Dari hitungan secara teoritis, das Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan 8 persen,” ujar politikus PDIP tersebut.






