JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim Jakarta kini menjadi kota pelajar nomor satu di Indonesia.
Pramono menyebut langkah Provinsi DKI memberikan bantuan pendidikan dan perbaikan fasilitas sekolah menjadi rangkaian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Ibu Kota.
“Dan itu terbukti, yang selama ini Jakarta bukan nomor satu kota pelajar, sekarang Jakarta menjadi kota pelajar nomor satu se-Indonesia,” kata Pramono dikutip Selasa (13/10/2026).
Merujuk pada data QS Best Student Cities 2027, Jakarta menduduki peringkat ke-117 dunia. Peringkat tersebut menjadikan Jakarta sebagai kota terbaik dalam menempuh pendidikan di Indonesia.
Selain Jakarta, peringkat tersebut disusul Yogyakarta ke-118, Bandung ke-128, dan Surabaya ke-140.
Mantan sekretaris kabinet itu menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Menurut dia, dukungan terhadap pendidikan tidak cukup hanya melalui bantuan biaya.
“Kalau sarana prasarana pendidikannya tidak dipersiapkan dengan baik, maka percuma juga,” ujarnya.
Pramono juga menambahkan, pemprov tengah meningkatkan kualitas pendidikan dengan merevitalisasi bangunan sekolah.
Salah satu program perwujudan tersebut melalui pembangunan gedung terintegrasi SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 di Jakarta Timur.
Pembangunan tersebut memakan anggaran Rp101,3 miliar. Kompleks sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti perpustakaan, kantin, lift, serta lapangan olahraga.
Pramono mengatakan, pembangunan gedung secara vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta.
“Untuk melakukan integrasi ini, dari SD dan kemudian SMP, biaya yang dibutuhkan adalah Rp101,3 miliar, dan alhamdulillah kalau dilihat menurut saya sekolah ini nggak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri,” tuturnya.
Selanjutnya, Pramono menyebut revitalisasi 19 sekolah menghabiskan anggaran Rp876,79 miliar. Dari jumlah tersebut, 16 sekolah telah rampung direnovasi, sedangkan tiga lainnya masih dalam tahap finalisasi.
Pramono berharap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dapat mendukung proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta.
“Saya berharap bahwa anak-anak didik di tempat ini tentunya bisa menghasilkan anak-anak didik yang lebih berkualitas,” pungkasnya.






