JAKARTA, Probusmedia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas untuk mendukung mobilitas anak-anak penyandang disabilitas di Ibu Kota.
“Kami sudah menyiapkan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas, bus yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum, dan saya yakin mungkin salah satu di ruangan ini yang sudah memanfaatkan itu, dan ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas,” kata Pramono, Sabtu (10/10/2026).
Pramono mengatakan Pemprov DKI juga menjalankan sejumlah program untuk mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga transportasi.
Ia merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2022. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan penyediaan ruang dan fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus.
“Sesuai dengan peraturan gubernur pemerintah DKI Jakarta yang ada, nomor 4 tahun 2022, sebenarnya di Jakarta ini harusnya memberikan ruang fasilitas yang cukup bagi anak-anak ini,” ujarnya.
Pramono mengatakan Pemprov DKI terus mendorong penyediaan fasilitas transportasi publik yang inklusif. Salah satunya melalui penyediaan guiding block di halte-halte utama untuk membantu penyandang disabilitas mengakses transportasi umum.
Fasilitas tersebut, menurutnya, diharapkan dapat mendukung aksesibilitas pengguna MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek.
“Pemerintah DKI Jakarta sudah juga menyiapkan di halte-halte utama di Jakarta, apa yang disebut dengan guiding block agar anak-anak ini bisa, siapapun atau disabilitas ini bisa memanfaatkan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyediakan layanan kesehatan melalui puskesmas dan rumah sakit yang disebut telah ramah disabilitas.
Mantan sekretaris kabinet itu mengungkapkan Pemerintah daerah juga memiliki program Pasukan Putih. Program tersebut memiliki 584 personel yang memberikan pelayanan langsung kepada warga.
Pelayanan tersebut, kata Pramono, akan menyasar kepada tiga kelompok prioritas yakni lansia, disabilitas, serta anak-anak berkebutuhan khusus.
“Bahkan kami punya program khusus yang namanya Pasukan Putih. Jumlahnya adalah 584 pasukan putih, yang tugasnya adalah keluar masuk dari kampung ke kampung memberikan pelayanan secara khusus kepada tiga substansi utama, yang pertama adalah lansia, yang kedua adalah disabilitas, yang ketiga adalah kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus,” kata Pramono.





