JAKARTA, Probusmedia — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengingatkan pemerintah agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali terulang pada 2027.
Ia meminta pemerintah memperkuat upaya pencegahan sejak dini dengan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk mengantisipasi penyebaran api.
“Jangan sampai nanti di tahun yang akan datang kita juga mengalami hal yang sama, padahal kita sudah tahu bahwa musim kering itu terjadi kapan,” ujar Eddy di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Eddy menilai penanganan karhutla yang sudah terjadi harus diimbangi dengan strategi pencegahan agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Menurut dia, periode musim kemarau dapat diperkirakan sehingga pemerintah memiliki waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi.
Ia menyebut, pemanfaatan AI dapat memperkuat sistem peringatan dini karena teknologi tersebut mampu membantu memperkirakan arah pergerakan angin dan potensi perkembangan titik api.
Eddy menilai, langkah tersebut perlu segera diterapkan sebagai bagian dari strategi pencegahan karhutla.
“Jadi saya kira ini adalah langkah berikutnya yang harus segera kita laksanakan,” ujarnya.
Selain itu, karhutla pada 2026 menjadi tantangan besar karena dipengaruhi fenomena super El Nino yang memperparah kondisi kekeringan.
“Memang tahun ini karhutla-nya memang agak lebih luar biasa ya karena akibat super El Nino yang kita rasakan akibatnya,” katanya.
Politikus PAN itu berharap dukungan lintas negara tersebut dapat mempercepat pemadaman api di wilayah terdampak.
Sebab, bantuan dari berbagai pihak perlu dimaksimalkan agar kondisi di lapangan segera terkendali.
“Saya berharap bahwa kondisi di lapangan itu bisa segera bisa tertangani dengan lebih baik lagi dengan adanya dukungan dan bantuan,” kata Eddy.






