Penulis
Fadel PrayogaJAKARTA, Probusmedia — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang perombakan Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahannya pada 20 Oktober 2026 mendatang.
Prabowo menegaskan evaluasi terhadap para pembantunya terus dilakukan, termasuk memastikan setiap orang berada di posisi yang sesuai dengan kompetensinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam dialog bersama sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar yang ditayangkan melalui kanal YouTube resminya, Rabu (16/9/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle besar-besaran, Prabowo mengatakan evaluasi kabinet dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau saya evaluasinya terus menerus, dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke, tapi saya katakan pada tim, ingat ya ibarat kita satu kesebelasan sepak bola, ada pemain inti, ada striker, ada cadangan,” kata Prabowo.
Ia menyebut, pemerintah saat ini perlu lebih dahulu berfokus pada persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia.
Prabowo mengatakan, terdapat sejumlah kementerian yang saat ini tidak berada di garis depan dalam menangani persoalan utama pemerintah.
Meski demikian, ia mengatakan para menteri tetap memahami tugas masing-masing dan bekerja berdasarkan inisiatif yang dimiliki.
Menurut Prabowo, reshuffle tidak semata-mata dilakukan untuk mengganti pejabat, tetapi juga dapat menjadi momentum promosi dan penataan organisasi pemerintahan. Prinsip yang digunakan adalah menempatkan orang sesuai kemampuan dan kebutuhan jabatan.
“Kalau pun ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya organisasi ini kita harus cari benar-benar the right man in the right place, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu, ya kita harus mampu untuk mengganti dengan orang yang bener,” ujar Prabowo.
Ia juga membuka kemungkinan pergantian dilakukan apabila seorang pejabat menghadapi persoalan yang harus dipertanggungjawabkan.
“Atau dia sendiri ada masalah, ya kita enggak bisa hindari kan,” ujarnya.