JAKARTA, Probusmedia — Pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu I di Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari tanpa menemukan keberadaan korban maupun kapal pada Kamis (16/9/2026).
Operasi SAR yang sebelumnya diperpanjang tiga hari kini beralih menjadi pemantauan, tetapi pencarian masih dapat dilakukan kembali jika muncul petunjuk baru.
Berikut fakta-fakta pencarian rombongan jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda:
Pencarian Sempat Diperpanjang 3 Hari
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap KM Arupadhatu I selama 10 hari sejak kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan masa pencarian awal sesuai standar operasional adalah tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari.
“SOP kami 7 hari. Setelah itu ada permintaan perpanjangan 3 hari dan itu tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujar Al Amrad kepada wartawan, Kamis (17/9/2026) malam.
8 Orang Hilang
Sebanyak delapan orang berada dalam KM Arupadhatu I ketika kapal tersebut hilang kontak, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Hingga operasi SAR dihentikan, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka di sekitar perairan Selat Sunda.
Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berada di kapal tersebut dalam perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
8 Sektor Pencarian
Pada hari kesembilan, Basarnas mempersempit wilayah operasi menjadi delapan sektor untuk memusatkan penyisiran.
Jarak antar-lintasan pencarian juga dipersempit dari sekitar tiga mil laut menjadi 1-2 mil laut agar pencarian dapat dilakukan lebih detail.
“Hari ini area pencarian kami bagi menjadi delapan sektor untuk lebih memfokuskan penyisiran. Jika sebelumnya jarak antar-lintas pencarian kapal sekitar 3 nautical mile, hari ini kita rapatkan menjadi 1 sampai 2 nautical mile agar penyisiran lebih detail,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto, Rabu (16/9/2026).
Luas Wilayah Pencarian
Luas wilayah pencarian pada hari kesembilan mencapai 3.439 mil laut persegi. Area tersebut kemudian dibagi menjadi delapan sektor dengan jarak lintasan yang lebih rapat untuk memperbesar peluang menemukan kapal atau korban.
Penyisiran dilakukan dengan melibatkan unsur SAR dari sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, hingga Bengkulu. Berbagai sumber daya dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian di wilayah perairan Selat Sunda.
3 Barang Temuan Diperiksa
Polda Banten sebelumnya memeriksa sejumlah barang yang ditemukan di sekitar perairan Selat Sunda pada Sabtu (12/9/2026). Barang tersebut terdiri atas satu helm plastik merah, satu jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua pelampung berwarna oranye.
Namun, dua pelampung berwarna oranye dipastikan bukan milik KM Arupadhatu I. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan perlengkapan pelampung di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan yang sama dengan barang temuan.
“Dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujar Maruli dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/9/2026).
BMKG Ungkap Cuaca saat 5 Jurnalis Hilang
BMKG mencatat kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau pada hari hilangnya kontak kapal, Senin (7/9/2026), melalui pemantauan sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Dalam periode tersebut, kondisi cuaca dilaporkan cerah hingga berawan tanpa indikasi hujan signifikan.
Kecepatan angin maksimal tercatat sekitar 15 knot atau 7,5 meter per detik, sedangkan tinggi gelombang maksimal sekitar satu meter.
Kondisi tersebut disampaikan Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani dalam Dialektika Demokrasi Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
“Jadi tidak terindikasi atau tidak terdeteksi adanya hujan. Kondisi cuaca cerah sampai dengan berawan dengan kecepatan angin itu maksimal sekitar 15 knot atau 7,5 meter per sekon,” kata Ida.