JAKARTA, Probusmedia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang sekitar Rp934 juta di dalam tong berwarna biru yang disimpan di rumah Hanaku Agni Sadewo, adik kandung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten tahun anggaran 2025-2026.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, uang itu ditemukan saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Kamis (15/10/2026).
“Rp934 juta ini ditemukan di kediaman HAS (Hanaku) selaku adik kandung Bupati yang disimpan dalam sebuah tong berwarna biru yang ada di rumah yang bersangkutan,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dikutip Sabtu (17/10/2026).
Selain uang dalam tong biru, KPK menemukan uang tunai Rp300 juta yang disimpan dalam sejumlah amplop serta 5.972 yuan.
Dengan demikian, total uang tunai yang disita KPK dalam rangkaian operasi tersebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
“Dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini, tim KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dokumen,” ujar Taufik.
Saat ditanya mengenai asal uang dalam tong biru dan kaitannya dengan klaster dugaan korupsi tertentu, Taufik mengatakan uang tersebut telah bercampur.
“Untuk klasternya, ini sudah bercampur,” katanya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT pada 15 Oktober 2026 dengan menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan 21 orang lainnya.
Sehari setelahnya, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten tahun anggaran 2025-2026.
Ketiganya adalah Hamenang, Ahmad Luthfi, dan Muhammad Amin Wahyu Utomo, pihak swasta dari PT Madani Winasis Creative.
KPK mengungkapkan, terdapat lima klaster dugaan korupsi dalam perkara tersebut. Kelimanya meliputi pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, setoran dari organisasi perangkat daerah (OPD) atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta pemberian kepada pihak BPK untuk mengondisikan hasil audit.
Penyidik masih mendalami keterkaitan barang bukti uang yang disita dengan berbagai klaster dugaan korupsi tersebut.






