JAKARTA, Probusmedia — Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi penerima anggaran terbesar, bahkan melampaui Kementerian Pertahanan, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Kesehatan dala dalam RAPBN 2027.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 yang diterima, berikut 10 penerima anggaran terbesar dalam RAPBN 2027:
- Badan Gizi Nasional — Rp240,20 triliun BGN menempati posisi pertama dengan anggaran Rp240,2015 triliun. Namun, nilainya justru turun dari APBN 2026 sebesar Rp268 triliun, atau berkurang Rp27,80 triliun (10,37 persen).
- Kementerian Pertahanan — Rp189,01 triliun
Kementerian Pertahanan menjadi penerima anggaran terbesar kedua dengan Rp189,0113 triliun. Dibandingkan Rp187,10 triliun pada 2026, anggarannya naik Rp1,91 triliun atau 1,02 persen. - Kepolisian Negara Republik Indonesia — Rp139,19 triliun
Polri berada di posisi ketiga dengan pagu Rp139,189 triliun. Angka ini turun dari Rp146,05 triliun pada 2026, berkurang Rp6,86 triliun atau 4,70 persen. - Kementerian Pekerjaan Umum — Rp114,59 triliun
Kementerian Pekerjaan Umum memperoleh Rp114,5877 triliun dalam RAPBN 2027. Dibandingkan Rp118,50 triliun pada 2026, anggaran kementerian ini turun Rp3,91 triliun atau 3,30 persen. - Kementerian Kesehatan — Rp102,12 triliun
Anggaran Kementerian Kesehatan mencapai Rp102,123 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp114 triliun, atau turun Rp11,88 triliun (-10,42 persen). - Kementerian Agama — Rp87,66 triliun
Kementerian Agama mendapatkan Rp87,6605 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut turun tipis dari Rp88,8977 triliun pada 2026, berkurang Rp1,24 triliun atau 1,39 persen. - Kementerian Sosial — Rp84,71 triliun
Kementerian Sosial berada di urutan ketujuh dengan anggaran Rp84,7077 triliun. Berbeda dengan sebagian besar lembaga di atasnya, anggaran Kemensos justru naik Rp267,6 miliar atau 0,32 persen dari Rp84,4401 triliun pada 2026. - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi — Rp65,17 triliun
Anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencapai Rp65,1733 triliun. Dibandingkan Rp61,8739 triliun pada 2026, anggarannya meningkat Rp3,30 triliun atau 5,33 persen. - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah — Rp61,10 triliun
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendapat Rp61,1008 triliun. Jumlah itu meningkat cukup signifikan dari Rp56,6821 triliun pada 2026, atau bertambah Rp4,42 triliun atau 7,80 persen. - Kementerian Keuangan — Rp49,80 triliun
Kementerian Keuangan melengkapi daftar 10 besar dengan anggaran Rp49,8011 triliun. Dibandingkan Rp52,016 triliun pada 2026, alokasinya turun Rp2,21 triliun atau 4,26 persen.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan rencana belanja negara 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun, atau naik Rp254,5 triliun dibandingkan pagu APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Di tengah kenaikan belanja tersebut, pemerintah justru menargetkan rasio defisit anggaran lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan belanja negara tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 6,62 persen dibandingkan anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI sekaligus Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Belanja negara 2027 direncanakan Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026,” ujar Prabowo dalam pidatonya.






